Ubah Listrik AC Ke DC

(1/1)

darmo_susilo:
Banyak cara meningkatkan kinerja sistem penerangan alias lampu di motkas. Mulai dari yang paling sederhana dengan mengaplikasi lampu halogen sampai yang paling rumit dengan mengubah sistem kelistrikan AC (alternative current) menjadi DC (direct current).



Tentunya cara terakhir memiliki beberapa kelemahan meski banyak juga kelebihannya. Kalau tidak, motor pabrikan seperti Honda Tiger 2000, Suzuki Thunder 250 dan moge built-up tak bakal mengaplikasi lampu sistem DC. Secara prinsip kerja, penerangan dengan sistem DC sama halnya dengan yang diterapkan pada mobil. Artinya pada saat kunci kontak pada posisi ACC, lampu bisa dihidupkan. Pemandangan yang tak pernah ada pada lampu dengan sistem AC karena mesin harus hidup dulu untuk bisa menyalakan lampu.

Adapun keuntungan menggunakan penerangan model DC karena tegangan yang masuk ke lampu selalu stabil sehingga bohlam menjadi lebih awet. Selain itu juga, memungkinkan sepul atau generator tidak memiliki beban berlebihan karena tugasnya hanya untuk mengisi ulang (recharging) aki. Sementara generator pada sistem penerangan AC terbagi menjadi dua. Dari 5-8 current (kaki lilitan kumparan) yang ada di gulungan sepul, sebagian lari ke pengisian, selebihnya untuk menghidupkan lampu.

“Mengubah generator atau sepul AC menjadi DC adalah mengubah semua kaki lilitan hanya untuk pengisian ulang karena nantinya lampu mengambil setrum langsung dari aki,” jelas Kiki Gustiawan dari Joery Motorsport, bengkel spesialis HID motor dan ubah kelistrikan.

Kekurangannya juga ada dengan mengubah kelistrikan lampu menjadi DC. Pastinya karena pengisian menjadi lebih besar, air aki basah menjadi cepat habis (menguap). Selain itu juga, aki standar yang sudah maintanance free harus diubah ke aki basah untuk menghindari aki meledak karena overcharging. Efek dari pemakaian aki basah, mesti rajin memeriksa kapasitas air aki agar tidak berkurang di bawah ambang batas.

Secara keseluruhan, sistem kelistrikan untuk lampu DC lebih cocok bagi motor batangan (laki) dengan kompartemen aki lega yang memudahkan pengecekan. Sebaliknya, motor kecil seperti bebek dan skutik akan menjadi lebih repot dalam melakukan pemeriksaan air aki model basah.

Penulis / Foto : Kl:X

gajah_gendut:
wedew... kl mau modif sepul, kiproknya jangan pake std. tapi yg bener2 punya fungsi AC/DC regulator. jadi berapapun besar amper aki, aki gak akan overcharge. soalnya kerja regulator, dia punya sensor tegangan. kalo tegangan aki dah penuh, dia gak akan ngisi aki lagi. cara kerjanya adalah membandingkan tegangan aki dengan tegangan pengisian yg dihasilkan oleh regulator, kl tegangan di aki udah sama/lebih tinggi dari pengisian, otomatis pengisian berhenti, arus pengisian akan dibuang ke massa. jd putaran magnet lebih enteng lagi.


ane dah praktek di supri fat ane. ane ubah sepul jd pengisian ke aki semua (gak perlu ke bengkel, bisa dilakukan sendiri dg mudah), trus pasang regulator. bisa pake cp regulator aki regulator honda tigi (ane pake CP, soale lebih mudah). ane jg pake aki MF GS 5A. gak pernah overcharge ato rusak.

andi.acho:
ayo dibahas dong cara rubah and pasngnya, klo emang gampang jadi pengen nih

Navigation

[0] Message Index