Karisma Honda Cyber Community
April 24, 2014, 03:46:39 PM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: New KHCC Portal
Enjoy!
 
   Home   Help Search Calendar Login Register Forum  
*

User

Welcome, Guest. Please login or register.
April 24, 2014, 03:46:39 PM

Login with username, password and session length

Last 25 Shouts:

 

dhanes

December 12, 2013, 12:04:04 PM
Test
 

dhanes

September 25, 2013, 04:44:26 PM
halo
 

IRWaN HaNDOKO

March 21, 2013, 04:28:34 PM
ben, lo daerah mana?
 

beni_utomo

March 19, 2013, 12:26:12 PM
assalamu\'alaikum,
ada yg tau ga bengkel yg bagus nih...secara udah lama gak di tangani sama montir yg recommended..... sekalian sama modifikasi bagian depan...hehehehe...suwun...

bob #201

September 01, 2012, 08:37:03 AM
wahhh... forum RAME lagi, dan gw baru Ngeh :-P

budisantoso

August 20, 2012, 06:15:04 AM
Hallo, semua... KHCC semakin rame aja, sukses untuk semua dah, dan juga KHCC, semoga semakin populer...
XAMthone,XAMthone Plus
 

Dagienk

July 30, 2012, 09:18:35 AM
koq ga bisa reply yaaa
sama bikin topic baru ?
 

Dagienk

July 30, 2012, 09:10:19 AM
Happy B\'day KHCC ^__^

Show 50 latest
Pages: [1]   Go Down
  Print  
Author Topic: Jarak Aman Berkendara  (Read 1216 times)
andry
Cinta Sejati KHCC
*****

Reputasi: 0
Offline Offline

Posts: 1379



WWW
« on: August 11, 2008, 07:54:39 AM »

ditulis oleh Bob Sumitro
sumber co-pas : http://awiguna.wordpress.com/2008/05/09/jarak-aman-berkendara/

Pengalaman itu membuat saya selalu berusaha menjaga jarak dengan kendaraandi depan saya…. yang belakangan saya tahu disebut "Jarak Aman". Apa sih yang dimaksud dengan Jarak Aman? Yang dimaksud dengan Jarak Aman adalah: Jarak yang harus dijaga atau ruang yang harus kosong antara satu kendaraan dengan kendaraan lain di depannya. Ini adalah tafsiran dan definisi saya sendiri, karena saya belum pernah membaca /mendengar definisi/penjelasan mengenai apa sih yang dimaksud dengan Jarak Aman.


Jadi punya "kewajiban" untuk menjaga Jarak Aman ini adalah pengendara yangposisinya di belakang … Lalu pengendara yang posisinya di depan apakewajibannya? Menurut saya, pengendara yang di depan punya kewajiban menjaga kecepatan kendaraannya sesuai dengan kecepatan lalu lintas sekitar dankecepatan maksimum yang diperbolehkan … supaya lalu lintas berjalan lancar.

Kembali ke Jarak Aman… Sejauh yang saya tahu … yang pernah saya lihat …panduan atau rambu Jarak Aman ini hanya ada di jalan tol. Sedangkan di jalanbiasa, sampai saat ini belum pernah saya temui.

Rambu Jarak Aman ini terdiri dari tiga rambu, dengan jarak antara tiap rambusejauh 50 meter. Rambu pertama menunjukkan angka Nol sebagai titik awal …kemudian diikuti rambu kedua bertuliskan 50 m … dan rambu ketiga (terakhir)bertuliskan 100 m.

Selain memasang rambu di jalan tol, pihak yang berwenang juga mengeluarkansemacam pedoman mengenai jarak aman … biasanya pedoman ini dikeluarkan lagi/disebarluaskan lagi dan diingatkan kepada masyarakat saat menjelang mudikLebaran. Yang pernah saya baca, pedomannya sederhana.

Pedomannya adalah: Kalau kendaraan kita berjalan dengan kecepatan 60 km/jam,maka Jarak Aman adalah 60 meter (60/60) sedangkan kalau kecepatan kendaraankita 70 km/jam, Jarak Aman yang harus dijaga adalah 70 meter (70/70). Begitujuga kalau kendaraan berjalan dengan kecepatan 100 kpj, maka Jarak Amannyaadalah 100 m (100/100).

Saya tidak tahu apa yang menjadi dasar pedoman 60/60 atau 70/70 atau 100/100ini. Mungkin, sekali lagi mungkin, pedoman ini dibuat dengan asumsi bahwa pada kecepatan 60 kpj (atau 70 kpj) maka jarak 60 m (atau 70 m) cukup bagi seorang pengendara untuk mengurangi kecepatan dan berhenti, kalau di depannya terjadi sesuatu.

Bagi saya pribadi, pedoman tersebut tidak cukup dan tidak praktis … bahkanmungkin mustahil dilakukan. Menerapkan pedoman Jarak Aman … dan menjagaJarak Aman … adalah sesuatu yang sulit.

Penyebabnya adalah karena kondisi lalu lintas yang padat membuat sulit bagipenggguna jalan untuk menjaga jarak aman dan karena … ini yang kerap sayaalami … saat kita menjaga Jarak Aman dengan kendaraan lain di depan kita, selalu saja ada pengemudi yang mengemudi dengan agresif, memotong dan menempati ruang kosong di depan kita yang sebenarnya memang sengaja kita
kosongkan untuk menjaga Jarak Aman.

Ambil contoh pedoman 100/100 atau 80/80 misalnya. Apabila kita ikuti pedomantersebut, saat kita berjalan di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam, maka kita harus menjaga jarak sejauh 100 m dari kendaraan di depan kita. Sedangkan di jalan biasa yang bukan tol, kalau kita berjalan dengan kecepatan 50 km/jam … maka kita harus menjaga jarak sejauh 50 meter dari kendaraan di depan kita.

Untuk kondisi lalu lintas di Jakarta, juga untuk lalu lintas di luar Jakarta, baik di jalan tol maupun di jalan biasa … sangat sulit menerapkan pedoman Jarak Aman ini.

Di jalan tol, ketika kita berjalan dengan kecepatan 100 km/jam, sangat sulitmenjaga jarak 100 m dari kendaraan di depan kita. Pengalaman saya, Jarak Aman ini cuma bisa dilakukan saat lalu lintas sepi … dan itu juga Cuma sebentar. Baru beberapa saat kita bisa menjaga Jarak Aman dari kendaraan di
depan kita … biasanya akan ada kendaraan lain yang memotong dan mengambilposisi di depan kita … di ruang yang sengaja kita kosongkan sebagai Jarak Aman.

Apalagi di jalan biasa. Terus terang saja, saya belum pernah berhasil menerapkan pedoman Jarak Aman ini di jalan biasa. Kendalanya sama saja dengan di jalan tol. Biasanya saya gagal menerapkan Jarak Aman karena ruang kosong di depan saya diisi dan ditempati kendaraan lain. Tidak peduli berapa kecepatan kendaraan … baik 40 kpj, 50 kpj atau 60 kpj … selalu saja ada kendaraan lain yang mengisi posisi kosong di depan saya. Mungkin jalan keluarnya saya harus membawa poster besar yang ditempel di punggung bertuliskan: "Sedang Menjaga Jarak Aman. Jangan Tempati Posisi Kosong di Depan Saya." Hehehe ….

Jadi … kalau pedoman Jarak Aman ini tidak cukup dan tidak praktis … bahkan tidak bisa diterapkan … lantas pedoman apa yang sebaiknya dipakai untuk meningkatkan keamanan sewaktu kita pengendarai motor (atau mobil)?

*DUA PEDOMAN*

Saya pribadi menggunakan dua pedoman, yakni *Jarak Pandang* dan *Zona Aman*. Dari buku-buku mengenai *Riding Skill *yang saya baca saat saya baru belajar mengendarai sepeda motor dengan benar 5 tahun yang lalu, satu buku untuk Pemula yang berjudul *Proficient Motorcycling *yang ditulis oleh David L.Hough memperkenalkan saya kepada satu pedoman yang di kalangan instruktur *Riding Course *dikenal dengan *Sight Distance *atau Jarak Pandang. Dalam buku itu dijelasan secara singkat bahwa seorang pengendara motor perlu menggunakanpedoman yang disebut *12 seconds sight distance *atau jarak pandang 12 detik.

Sejak mengetahui tentang pedoman Jarak Pandang ini, saya mulai menerapkanpedoman tersebut di jalan raya sewaktu mengendarai motor … dan kemudian sayaterapkan juga saat saya mengendarai mobil. Selain pedoman Jarak Pandang di atas, Hough juga menyinggung satu pedoman lagi yang saya sebut Zona Aman 2 detik. Saya tidak ingat istilah apa yang dipakai oleh Hough, tapi saya sebut Zona Aman 2 detik.

Dua pedoman tersebut: Jarak Pandang 12 detik dan Zona Aman 2 detik, saya coba terapkan setiap kali saya mengendarai motor … dan sesuai dengan kondisi lalu lintas yang sering saya lalui kemudian saya sesuaikan dengan kebutuhan saya menjadi: Jarak Pandang 10 detik dan Zona Aman 2 detik.

Saya akan ceritakan satu per satu alasan saya memakai pedoman ini. Saya tidak bermaksud mengajari atau menggurui … saya hanya ingin berbagi pengalaman saja… siapa tahu ada gunanya.

*Pedoman 1 : Jarak Pandang 10 Detik*

Apa sih yang dimaksud dengan Jarak Pandang 10 Detik?

Yang dimaksud dengan *Jarak Pandang 10 Detik* adalah: kita harus bisa melihat sejauh jarak yang akan ditempuh motor kita dalam waktu 10 detik.

Mungkin agak membingungkan. Terus terang bagi saya sendiri agak sulit mencari istilah yang tepat untuk "Jarak Pandang" ini … karena kata "Jarak" umumnya memakai satuan "meter" tetapi untuk yang satu ini, yang dipakai satuan "detik".

Supaya lebih jelas, saya akan coba bahas dengan memakai contoh.

Contoh
Misalnya, Fulan mengendarai motor dengan kecepatan 60 km/jam. Pada kecepatanini … dengan memakai pedoman Jarak Pandang 10 Detik… maka jarak (dalammeter) yang harus diawasi oleh Fulan adalah: jarak yang ditempuh motor setiap detik x 10.

Kita coba hitung. Kecepatan motor Fulan 60 km/jam, pada kecepatan ini jarakyang ditempuh oleh motor Fulan setiap detik adalah: 60.000 m / 3.600 detik =16,6 m/detik. Karena pada kecepatan 60 km/jam motor Fulan berjalan sejauh16,6 m setiap detik, maka dengan memakai pedoman Jarak Pandang 10 Detik,Fulan harus mengawasi lalu lintas di depannya sejauh 166 m.

*PENTING:*

Yang harus diingat adalah: Dengan pedoman ini kita harus bisa melihat kondisi lalu lintas dari posisi kita berada (atau 0 detik) *sampai* 10 detik ke depan (166 m kalau kecepatan 60 km/jam) … *bukan *melihat ke *satu titik*10 detik (166 m) di depan kita.

Pertanyaan yang akan muncul adalah: Kenapa pakai 10 detik bukankah Houghmemakai 12 detik, dan angka 10 ini datang dari mana?

Jawabannya: Saya pakai 10 detik, karena bagi saya angka ini lebih cocok dipakai untuk kondisi lalu lintas yang tiap hari saya hadapi. Selain itu, saya lebih suka angka yang "bulat"

Jawaban untuk pertanyaan berikutnya, tentang dari mana angka 10 detik ini saya peroleh, dan juga alasan kenapa saya pakai angka 10 detik, adalah karena bagi saya pribadi Jarak Pandang 10 detik memberi saya waktu yang cukup untuk mendeteksi bahaya dan bereaksi, mengambil keputusan untuk melakukan manuver menghindar atau mengurangi kecepatan, dan masih memberikan
margin of error yang cukup.

Penjelasannya begini:

Misalnya, suatu hari saya sedang mengendari motor dengan santai dengankecepatan 60 km/jam dan saya menggunakan pedoman Jarak Pandang 10 detik.Saat melihat sejauh 10 detik ke depan atau 166 m ke depan, saya melihat di jarak sekitar 150 meter di depan saya … katakan di "Titik A" … terjadi satu kejadian, entah berupa kecelakaan atau kendaraan mogok dan berhenti tiba-tiba.

Setelah melihat kejadian tersebut, saya butuh waktu kira-kira 1 detik untukberpikir dan ambil keputusan … apakah saya harus tarik rem untuk berhenti atau pindah lajur dan menghindar. Setelah berpikir kilat selama 1 detik … saya ambil keputusan untuk berhenti dan saya putuskan untuk tarik tuas rem. Saat mengambil keputusan untuk tarik rem … belum benar-benar menarik rem tapi baru memutuskan untuk ngerem … jarak antara saya dengan Titik A semakin dekat … tinggal 133,4 m.

Sebelum tarik rem, saya perlu mengamati kondisi di belakang lewat kaca spion. Lirik spion kiri dan kanan butuh dan mencerna apa yang saya lihat di spion, mungkin butuh waktu 2 detik … jarak ke Titik A semakin dekat, tinggal 100,2 m.

Setelah memastikan bahwa keadaan di belakang cukup aman… tambahan 1 detiklagi … akhirnya saya tarik tuas rem … Saat itu, saat saya benar-benar menarik tuas rem, jarak antara saya dengan Titik A sudah semakin dekat … tinggal 83,6 m.

Dari mulai saat tuas rem ditarik, sampai rem bekerja 100% dalam keadaan hardbraking … kanvas rem menjepit cakram rem dan ban depan berhenti berputar …tidak terjadi seketika, tapi butuh waktu. Tergantung kemampuan remnya,mungkin butuh waktu 1 detik sebelum rem mulai bekerja 100% dan menghentikan perputaran ban. Jarak ke Titik A semakin dekat … tinggal 67 m.

Kelihatannya jarak 67 m ini masih cukup jauh dan aman … tapi tunggu dulu … di jarak 67 m ini proses pengereman untuk berhenti baru dimulai … motor masih berjalan … belum berhenti. Pertanyaan yang timbul adalah berapa jauh jarak pengereman/ *Stopping Distance *yg saya butuhkan, untuk berhenti darikecepatan 60 km/jam?

Dengan menggunakan formula penghitungan *Stopping Distance *dari MasterStrategy Group, pada kecepatan 60 km/jam *Stopping Distance *motor sayaadalah 27,1 m … ini dengan asumsi rem bekerja 100% dan kondisi permukaanjalan "ideal" … kalau kondisi rem tidak 100% dan kondisi jalan licin, tentunya *stopping dista*nce akan lebih jauh.

Kalau contoh di atas kita sederhanakan:

Kecepatan : 60 km/jam

Kecepatan per detik : 16,6 m

- Jarak ke Titik A : 150 m

- Keputusan rem : 1 detik (16,6m)

- Lirik spion : 2 detik (33,2 m)

- Tarik rem : 1 detik (16,6 m)

- Rem mulai bekerja : 1 detik (16,6 m)

Total waktu : 5 detik atau 83 m

Sisa Jarak ke Titik A : 67 m

Dari hitungan di atas, waktu yang diperlukan sejak saya melihat ada kejadian di Titik A sampai menarik rem adalah 5 detik. Dalam waktu 5 detik ini, motor saya berjalan sejauh 83 m dan sisa jarak antara saya dengan Titik A … tinggal 67 m.

Stopping Distance motor saya di kecepatan 60 km/jam adalah 27,1 m … makapada saat motor berhenti … dari yang semula saat saya "melihat" kejadiantersebut, jarak saya dari Titik A adalah 150 meter… saat motor berhenti, jarak motor dari Titik A adalah … 67 - 27,1= 39,9 m.

Angka/hitungan di atas adalah KALAU rem kita tarik secara maksimal supaya motor segera berhenti. Kalau rem kita tarik tidak secara maksimal, maka saat motor berhenti, jaraknya dari tempat kejadian akan lebih dekat lagi. Selain itu, angka di atas juga dengan asumsi rem bekerja 100%, permukaan jalan tidak licin dan saya dalam keadaan waspada 100%.

Dengan kata lain, dalam contoh di atas, kondisi dalam keadaan ideal. Berdasarkan hal di atas, maka saya pribadi menggunakan angka 10 detik sebagai jarak pandang karena … menurut saya … angka itu cukup aman dan masih memberi saya margin of error yang cukup besar.

Saya butuh margin of error yang besar untuk mengantisipasi kondisi yang tidak ideal. Contoh di atas adalah contoh dan kondisi yang ideal.

Sedangkan kita semua tahu, pada kenyataannya, kondisi di jalan tidak pernah ideal … selalu ada kemungkinan rem tidak bekerja 100% … kondisi jalan licin … atau ada faktor lain dalam diri kita yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan atau mempengaruhi kemampuan kita bereaksi … misalnya sedang flu … atau pikiran sedang melayang entah ke mana … faktor-faktor ini bisa membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih lama dan stopping distance menjadi lebih panjang.

Dengan menggunakan pedoman 10 Detik, maka seberapa jauh sebenarnya JarakPandang … berapa meter ke depan yang harus dilihat … tergantung pada kecepatan motor. Semakin tinggi kecepatan motor, semakin jauh pula jarak yang *harus* kita lihat. Sebaliknya semakin rendah/lambat kecepatan motor, semakin pendek pula jarak yang harus perlu kita lihat .

Karena itu, yang ideal adalah kita sebagai pengendara motor atau mobil, sebisa mungkin harus berusaha *menyesuaikan Kecepatan dengan Jarak Pandang*… dan*menyesuaikan Jarak Pandang dengan Kecepatan*.

Kalau Jarak Pandang pendek atau tidak jauh karena mungkin terhalang kendaraan-kendaraan lain, maka kecepatan juga jangan tinggi. Sebaliknya kalau kecepatan tinggi, Jarak Pandang harus jauh.

*edited: Tambahan agar lebih jelas.

Tidak terlalu jadi masalah berapa jauh jarak antara kita dengan kendaraan yang tepat di depan/dekat kita … tentunya dengan tetap memperhatikan kehati-hatian dan Zona Aman.

Jarak antara kita dengan kendaraan yang tepat di depan kita, bisa saja 2 m atau 5 m atau bahkan 10 m kalau lalu lintas memungkinkan alias kosong. Yang penting adalah … meskipun jarak dengan kendaraan di depan hanya 2 m atau 5 m atau 10 m, kita harus bisa melihat sejauh 10 detik ke depan … atau 166 m kalau kecepatan 60 kpj. *

Formula penghitungan Stopping Distance bisa didownload dari:
http://www.msgroup.org/forums/mtt/images/StoppingDistance.xls

*Pedoman 2 : Zona Aman 2 detik*

Selain Jarak Pandang, saya juga menggunakan pedoman kedua, yakni, Zona Aman2 detik.

Apa sih Zona Aman 2 detik ini?

Zona Aman 2 detik ini adalah zona di depan kita (di sekitar kita), yang setiap *saat* harus *benar-benar dan selalu* kita perhatikan dan awasi … Dengan kata lain, kita harus memperhatikan dan tahu segala sesuatu yang terjadi di dalam zona ini.

Berapa jauh batas zona ini? Sesuai dengan namanya, batasnya adalah 2 detik. Jadi … berapa jauh batas zona ini, tergantung pada kecepatan motor kita.Menggunakan kecepatan 60 km/jam sebagai contoh, maka Zona Aman yang harusselalu diperhatikan dan diawasi adalah 33,2 m di depan kita. Semakin tinggikecepatan motor kita … maka Zona Aman-nya juga akan semakin panjang.

Memakai contoh lagi.

Saya mengendarai motor dengan kecepatan 50 km/jam. Di kecepatan itu setiapdetiknya motor saya berjalan sejauh 13,8 m. Dengan menerapkan pedoman ZonaAman 2 detik, saya berusaha sebisa mungkin memperhatikan segala sesuatu yangterjadi dalam zona 27,6 m di depan saya. Bukan hanya memperhatikan danmengawasi, saya berusaha untuk tahu betul apa yang terjadi di dalam Zona
Aman saya.

Sedang asyik-asyiknya menikmati hembusan angin … dan debu serta asap knalpot… saya melihat di depan saya… sekitar 15 meter di depan … satu mobil memberitanda lampu sein akan pindah lajur ke kiri.

Dengan segera saya bisa pilih: lepas gas untuk mengurangi kecepatan (atau tarik rem bila perlu), atau bersiap dan bergerak ke arah sebelah kanan mobil tersebut, atau memberi lampu beam/klakson untuk memberitahu mobil tadi bahwa ada saya di belakangnya dan supaya mobil itu tidak "motong" jalan saya. Cukup banyak alternatif tindakan yang bisa saya ambil … karena saya sudah melihat mobil tadi memberi sein dan tidak "kaget" karena seolah-olah ada mobil yang tiba-tiba memotong jalan.

Tidak lama berselang, saya lihat sekitar 10 m di depan ada satu mobil sedan … tanpa memberi tanda … yang tiba-tiba berpindah dari dari lajur kanan ke lajur kiri… praktis memotong jalan/lintasan saya. Meskipun mobil tersebut tiba-tiba dan tanpa memberi tanda terlebih dahulu memotong jalan/lintasan saya, karena saya melihat mobil tadi pindah jalur … saya kurangi kecepatan dan pindah ke lajur kanannya untuk menghindar.

Di lain hari, masih pagi saat sedang menuju kantor … tiba-tiba saya lihat dari arah kanan depan ada orang berlari kencang menyeberang jalan… ternyata joki 3-in-1 yang sedang dikejar oleh tramtib. Melihat orang itu akan memotong lintasan saya, saya segera tekan klakson (untuk kasih tahu dia) dan tarik rem sekuatnya. Motor berhenti … dan orang itu juga berhenti berlari … kurang dari satu meter di sebelah ban depan saya.

Contoh di atas adalah beberapa dari pengalaman saya di jalan raya. Dengan menerapkan pedoman Zona Aman 2 detik, di mana kita selalu * memperhatikan* dan *awas *atas apa yang terjadi dalam Zona Aman kita, jika ada kejadian mendadak seperti mobil atau motor yang memotong jalan, orang
menyeberang jalan atau bis tiba-tiba berhenti, kita bisa langsung tahu dan bisa segera mengambil keputusan apa yang harus kita lakukan.

*Dan akhirnya …*

Selesailah cerita kali ini

Kedua pedoman di atas, idealnya digunakan dua-duanya. Artinya … saat kitamenerapkan Jarak Pandang 10 detik dan melihat kondisi jalan di depan kita sejauh 10 detik, pada saat yang bersamaan kita juga menjaga dan mengawasi Zona Aman 2 detik di depan kita.

Kedua pedoman ini, Jarak Pandang dan Zona Aman, saling melengkapi dan penting untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi resiko saat mengendarai motor … terutama resiko yang ditimbulkan oleh ketidak hati-hatian atau kecerobohan pengguna jalan yang lain.

Jangan pernah lupa bahwa di jalan raya, terlalu banyak faktor dan variabel yang membuat resiko selalu ada dan tinggi. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risiko dengan berhati-hati dan menggunakan teknik mengendarai sepeda motor yang benar. Menggunakan dan menerapkan pedoman Jarak Pandang 10 detik dan Zona Aman 2 detik, mudah-mudahan bisa mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya dan membuat kita menjadi pengendara yang
lebih aman dan hati-hati.

[Ditulis Oleh Bob Sumitro]
Logged

KHCC 011
[ Motorcycling - Adventouring - Enjoying Life ]
http://andryberlianto.wordpress.com
http://www.jddc-online.com
bodats
Pengurus
Cinta KHCC
*

Reputasi: -6
Offline Offline

Posts: 609



WWW
« Reply #1 on: August 11, 2008, 01:11:59 PM »

wah ternyata, tanpa gue sadari, Gue udah melakukan yang namanya jarak pandang dan zona aman. Tapi ternyata masih ada yang harus diperbaiki lebih baik lagi. Terutama soal zona aman.
Thanks untuk artikelnya bro Bob.
Logged

Dagienk
Cinta Sejati KHCC
*****

Reputasi: 0
Offline Offline

Posts: 1422



« Reply #2 on: August 11, 2008, 01:34:41 PM »

mantab .......... panjang bener.............. :cinta:
Logged

'
Dagienk _ KHCC# 143
Dulu  B 6863 TAE  sekarang B 4757 PU
^___^
'
Ricky
Cinta KHCC
****

Reputasi: 0
Offline Offline

Posts: 515


2002 - ...


« Reply #3 on: August 11, 2008, 03:01:34 PM »

Bro n Sist,

Kalo tempat gue ada nih semacam ruko, lumayan gede (ukurannya ga tau persis) 3 daun pintu rolling door yg diroll keatas, pinggir jalan, samping masjid so.. parkiran luas banget. Kondisi ga pakai n milik 'sendiri'.
Tempatnya di daerah Mustika - Bantar Gebang Bekasi. Cocok untuk memulai bisnis baru.

Pls respon terutama Pak Ketum n smuanya ..

Trims Bro atas tawarannya......ruko ya.......wakh itu sikh bisa buat resto apalagi 3 pintu.....
Arahnya kite2 sikh bikin warung asli yang pinggir jalan........yang mudah dijangkau....dengan modal yang minimal.......

Kalo rukonya mau di manfaatkan info ajeh ...ntar ane coba bantu ke network resto2 yang mungkin minat  buka cabang dengan system kerja sama....oncre....
[/quote]

kok tiba-tiba ngomongin ruko ??????
salah threat yah ??????
Logged

'aQ hIDup Bkn Utk diri sendiri, tetapi berusaha memberi yg terbaik bg org laen ( Actio Ergo Sum )

SALAM
b6517kbn#151'
MagS
Cinta Sejati KHCC
*****

Reputasi: 0
Offline Offline

Posts: 1039



WWW
« Reply #4 on: August 11, 2008, 03:08:24 PM »

Wealah baru nyadar salah copas........maklum tadi connection rada terganggu....... salah masuk thread.....muun mahap..........
Kuncenz tulung di hapus ajeh kalo gak ngerepotin......
Logged

'Salam,
Agung144
KALO KETEMU NYANG BEGINI, COLEK AJEH YEEE'
bodats
Pengurus
Cinta KHCC
*

Reputasi: -6
Offline Offline

Posts: 609



WWW
« Reply #5 on: August 11, 2008, 03:12:54 PM »

ente aja bos yang ngapus. kan ada fasilitas remove tuh. Kalo postingan kita sendiri bisa dihapus bro. Ok, back to topic...
Logged

MagS
Cinta Sejati KHCC
*****

Reputasi: 0
Offline Offline

Posts: 1039



WWW
« Reply #6 on: August 11, 2008, 03:30:30 PM »

Bagus juga euy cara jelasinnye.........soale gak semua orang bisa menuliskan sharingnya...seperti yang diharepin.........

Bener bangeds........jarak pandang ni yang selalu membuat kite bisa mengantisipasi segala sesuatunya.......malah kalo boleh ane bilang bukan sekedar jarak ....tapi juga "keleluasan pandangan"......gak tau nekh nyang nyangkut dikepala begetoh.....

Maksute ye kite harus berusaha menjaga pandangan seluas mungkin......misalnye selain memperhatikan kendaraan yg dekat disekitar kite tapi juga mencoba melihat kondisi didepan/disamping/dibelakang nya lagi .........termasuk dibalik sesuatu apapun yang menghalangi pandangan kite.......

Intinye kite berusaha melihat lebih awal ...kondisi apa kira2 yang bakal terjadi ama lajur yang bakal kite lewatin..........biar kite bisa langsung menyesuaikan dengan kondisinye.......
Logged

'Salam,
Agung144
KALO KETEMU NYANG BEGINI, COLEK AJEH YEEE'
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.16 | SMF © 2011, Simple Machines
Black "&", Blue Theme By Wdm2005 © 2008
Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 0.055 seconds with 24 queries.
TinyPortal 1.0 RC1 | © 2005-2010 BlocWeb