Oct 22

Mari Pakai Helm Bersertifikat SNI!

 

Selasa (20/10) siang lalu, KHCC yang tergabung ke dalam RSA (Road Safety Association) mendapat undangan untuk melakukan factory visit ke salah satu perusahaan manufaktur helm yaitu PT. DMI (Dinaheti Motor Industri). Undangan mendadak ini langsung disambut oleh bro Henry Parasian selaku Sekretaris KHCC. Alhasil bersama lebih dari 22 perwakilan klub/komunitas, rombongan RSA yang terbagi dari beberapa “kloter” berangkat menuju kawasan Cikarang. 

Setibanya di sana, rombongan RSA disambut oleh Bapak Thomas Lim, GM Manufacturing Operation PT. DMI.  Langsung saja, diskusi berlangsung hangat. Tanpa ba-bi-bu, Pak Thomas menjelaskan secara gamblang tentang pengenalan dasar dari sebuah helm. Mulai dari konstruksi internal dan eksternal, bahan yang digunakan, lapisan-lapisan pembentuk hingga pengujian. Nah masalah pengujian, Pak Thomas tidak ketinggalan pula menjelaskan perihal SNI (Standar Nasional Indonesia) 1811-2007 tentang Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua.

Dalam diskusi tersebut ditemukan bahwa SNI punya kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan standar lainnya seperti DOT ataupun ECE. Hal ini memang beralasan karena SNI sendiri mengambil beberapa referensi dari JIS (Japanese Industrial Standard), BS (British Standard) dan ECE (Economic Comission for Europe). Thomas juga menambahkan bahwa SNI sendiri dalam beberapa standar pengujian lebih ketat dibandingkan dengan standar lain, seperti ECE. Tak lupa ia menjelaskan dengan lebih detail perihal konstruksi helm dengan mengambil contoh helm dan menunjukkan kepada rombongan RSA bagian-bagian mana saja yang diuji dalam SNI.

Read the rest of this entry »

Oct 6

Teks: Henry, Foto: Riau Pos.

30 September 2009 lalu menjadi hari yang kelabu bagi saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR memporak-porandakan daerah yang biasa disebut Ranah Minang itu. Ratusan bangunan yang terdiri dari rumah penduduk perkantoran, Hotel hingga rumah sakit pun luluh lantah diterjang guncangan gempa. Tak butuh waktu lama bagi Sumatera Barat untuk lumpuh sebagian besar karenanya.

Hingga hari ini, lebih dari 500 orang dinyatakan meninggal dunia. Ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal karena rata dengan tanah. Sementara, sangat banyak masyarakat yang masih terkubur hidup-hidup di retuntuhan atau bahkan terisolasi di daerah terpencil yang susah dicapai karena keterbatasan peralatan maupun transportasi. Hal ini tentu saja menjadi perhatian kita bersama.

Berbagai jenis bantuan dibutuhkan oleh mereka. Khususnya yang berada di daerah terpencil yang kurang bisa terjangkau tim penolong. Bantuan itu bisa berupa tenda darurat, makanan siap saji, pakaian layak pakai hingga obat-obatan dan tim medis. Tak lupa juga kebutuhan khusus seperti popok bayi, pakaian dalam dan selimut.

Untuk itu, KHCC dengan ini membuka KHCC PEDULI SUMBAR 2009. Yaitu berupa sumbangan dana tunai melalui transfer/cash ke rekening KHCC. Silahkan sumbangkan berapapun yang anda inginkan ke rekening KHCC di BCA Tanjung Priok a/n Ahmad Musyafak no. rek 0072759018. Bagi yang sudah mentransfer harap melakukan konfirmasi ke henryparasian@yahoo.co.id atau sms ke 081380686979.

Dana yang terkumpul akan didistribusikan ke lokasi-lokasi bencana yang paling membutuhkan. Distribusi ini akan dilakukan oleh bro No-q yang akan berangkat ke Padang pada Jumat (9/10) besok. Besar harapan kami agar bro n sis bisa menyebarkan info ini kepada rekan kerja, keluarga maupun teman. Mari kita bantu saudara-saudara kita di Sumbar. Atas perhatiannya, kami ucapkan terimakasih.

Sep 15

Tahukah anda bahwa setiap enam detik, satu orang terluka atau bahkan tewas? Bukan akibat penyakit misterius yang merengut jiwa tersebut dari raganya, bukan juga perang di daerah konflik. Semua itu disebabkan satu hal yaitu kecelakaan lalu lintas. Ya, menurut MAKE ROAD SAFE (MRS) sebuah lembaga nirlaba yang mengkampanyekan keselamatan di jalan raya, dalam setahun, di seluruh dunia terdapat 1,3 juta kecelakaan jalan raya yang menyebabkan kematian. Angka itu sebanding dengan angka kematian yang disebabkan oleh wabah Malaria dan Tuberkulosis.

Rasanya sulit dipercaya, tapi hal ini benar terjadi. Di Indonesia saja, terjadi tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi, dimana pengendara motor menjadi korban paling banyak. Baik luka parah maupun meninggal dunia. Hal ini tidak saja terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara berkembang di dunia. Bahkan negara seperti Amerika Serikat tidak luput dari kecelakaan lalu lintas yang tinggi.

Mengapa keselamatan dan keamanan di jalan raya menjadi begitu penting sehingga MRS menyebutnya sebagai sebuah pandemi global? Inilah fakta yang gagal dikenali oleh kita semua.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries