Mari Pakai Helm Bersertifikat SNI!
Selasa (20/10) siang lalu, KHCC yang tergabung ke dalam RSA (Road Safety Association) mendapat undangan untuk melakukan factory visit ke salah satu perusahaan manufaktur helm yaitu PT. DMI (Dinaheti Motor Industri). Undangan mendadak ini langsung disambut oleh bro Henry Parasian selaku Sekretaris KHCC. Alhasil bersama lebih dari 22 perwakilan klub/komunitas, rombongan RSA yang terbagi dari beberapa “kloter” berangkat menuju kawasan Cikarang.
Setibanya di sana, rombongan RSA disambut oleh Bapak Thomas Lim, GM Manufacturing Operation PT. DMI. Langsung saja, diskusi berlangsung hangat. Tanpa ba-bi-bu, Pak Thomas menjelaskan secara gamblang tentang pengenalan dasar dari sebuah helm. Mulai dari konstruksi internal dan eksternal, bahan yang digunakan, lapisan-lapisan pembentuk hingga pengujian. Nah masalah pengujian, Pak Thomas tidak ketinggalan pula menjelaskan perihal SNI (Standar Nasional Indonesia) 1811-2007 tentang Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua.

Dalam diskusi tersebut ditemukan bahwa SNI punya kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan standar lainnya seperti DOT ataupun ECE. Hal ini memang beralasan karena SNI sendiri mengambil beberapa referensi dari JIS (Japanese Industrial Standard), BS (British Standard) dan ECE (Economic Comission for Europe). Thomas juga menambahkan bahwa SNI sendiri dalam beberapa standar pengujian lebih ketat dibandingkan dengan standar lain, seperti ECE. Tak lupa ia menjelaskan dengan lebih detail perihal konstruksi helm dengan mengambil contoh helm dan menunjukkan kepada rombongan RSA bagian-bagian mana saja yang diuji dalam SNI.
Diskusi sesi pertama disudahi dan dilanjutkan dengan keliling pabrik. Karena alasan legal, maka dokumentasi tidak diperbolehkan. Namun nantinya ketika di Laboratorium pengujian, kamera diperbolehkan untuk merekam. Rombongan mulai mengelilingi pabrik dari bagian pencetakan bentuk awal helm. Lalu lanjut ke bagian pembersihan dan pemberian dasar bagi pengecatan. Lepas dari situ melihat lebih detail pengerjaan decal (grafis) untuk helm dan bagaimana prosesnya hingga benar-benar halus. Lalu lanjut juga ke area finishing.
Tiba di laboratorium pengujian, kegiatan makin dinamis. Karena, jujur saja, inilah target utama para bikers. Mereka semua ingin melihat seperti apa sih tes SNI terhadap helm? Tak pelak banyak diskusi dan tanya jawab dari para bikers selama pengujian dilakukan. Saat sebuah helm di tes, rombongan RSA mengamati dengan seksama hasil dari tes tersebut. Tiap-tiap tes dijelaskan oleh Thomas dan Henry Tedjakusuma, Direktur PT. DMI secara bergantian. Mulai dari tes benturan, Chin Strap hingga pengujian Padding/bagian dalam.
Selesai dari pengujian, rombongan kembali melanjutkan sesi diskusi sambil ditemani snack dan minuman mineral. Dialog kembali mengalir. Kali ini lebih kepada masalah variasi produk, ketahanan produk hingga pertanyaan bagaimana perihal salah kaprahnya tentang jenis-jenis helm dan penggunaan helm di masyarakat.
Karena waktu sudah mendekati senja, diskusi ditutup dengan sharing soal helm anak dan betapa prihatinnya pihak DMI tentang nasib anak kecil yang dibawa berkendara motor. Banyak yang tidak menggunakan helm, padahal keselamatan mereka sama pentingnya dengan pengendara. Diskusi diselesaikan dengan foto bersama. (hnr)
October 22nd, 2009 at 10:58 am
Mantabsss…..klo ada ulasan mengenai produsen helm cetok juga bagus tuh,
October 23rd, 2009 at 3:29 pm
kereenn bro…
uLasan yg mnarik n pnting wat para bikers dmn pun brada… safety riding no.1